-Mutiara dan Api Dalam Relung Hati-

Masa indah itu relative
Terkadang ada masa yang buruk itu indah
Seperti kontradiksi cinta
Layaknya sebuah asa mendalam
Yang hening, yang menenangkan_

Rintihan air hujan menetesi keringnya hati yang dialami wanita bernama sisil. Sudah lama kerinduan yang harusnya terobati namun masih saja menjadi penyakit hatinya. Karena kekasihnya, bernama ari, belum juga siap menikahinya. Memang bukan rahasia lagi, menjadi seorang lulusan sarjana belum menjanjikan sebuah pekerjaan yang mapan. Itulah yang dialami ari saat ini. Memadu kasih yang mereka jalani sudah hampir dua tahun lebih. Ketika awal bertemu dulu, ari mencoba meyakinkan sisil dengan ketulusan hatinya, akhirnya sisil pun luluh hatinya. Keduanya menjalani jalan cinta dengan penuh kesetiaan dan kejujuran. Tentunya, sampai sejauh yang akan aku ceritakan ini.»
Aku dan ari hanyalah teman yang saling kenal. Dengan sisil aku juga kenal, bahkan pernah juga jatuh hati padanya. Seandainya cinta tidak harus diungkapkan dengan kata, mungkin sisil juga telah tahu pasti bahwa aku mencintainya. Namun itu dulu yang telah berlalu dan terlalu indah nantinya buatku. Sekarang, rasanya ruang hatiku sunyi lagi. Tiada satu lagi wanita yang kurindukan selain ibu. Dan hari ini, Kisah yang kubuat ini sejujur-jujurnya bukanlah sesuatu yang semuanya terjadi, diantaranya ada yang kubuat-buat agar lebih eksotis. Seperti kata yang lebih manis dari kenyataannya; sebelumnya maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, dramaturgi, dan yang lainnya.»
Panas terik matahari tidak menyurutkan niatan ari untuk menjemput sisil sepulang dari sekolah. Hal yang biasa terjadi tentang itu, hanya saja hari itu ari menjemputnya lebih awal sampainya di depan sekolah. Akibatnya, sekitar 30 menit lebih ari harus menunggu sisil sepulangnya. Dengan sabar ari menunggu, dalam penantiannya; telephonnya berdering, setelah diangkat ternyata ada teman ari yang meminta bantuannya karena motor temannya mogok. Berada di dua kepentingan tentu menjadikan ari yang tengah kasmaran menjadi binggung; Disatu sisi jika pergi beranjak, sisil yang sebentar lagi pulang dari sekolah akan mencarinya, di satu sisi lain ari ingin membantu temannya yang meminta bantuannya tadi. Sejuta kebimbangan masih menyelimuti ari. Akhirnya ari memilih bertindak untuk menunggu sisil sampai pulang sekolah, niatannya ari ingin langsung mengajak sisil untuk ikut ke tempat mogoknya motor temannya tadi.»
Lambat laun sisil terlihat telah selesai dengan jam belajarnya di sekolah. Masih tidak berubah ari setia menunggu di depan agak ke-kiri dari pintu gerbang sekolah. Ketika pada saatnya mereka berpapasan, bak dua sejoli yang telah lama tidak bertemu, sisil memberikan pipinya agar ari menciumnya. Hal itu juga biasanya terjadi, hanya saja yang berbeda kali ini sisil yang meminta ciuman mesra dari ari, biasanya sebaliknya yang terjadi. Ari lantas mencium pipi sisil. Rasa cinta diantara keduanya terasa sekali ditengah ramainya lalu lintas banyak orang yang sibuk menunggu BUS yang berhenti mengantarkannya ke rumah masing-masing. lalu ari mengajak sisil untuk segera menaiki motornya. Keduanya pun berangkat menuju ke tempat teman ari yang motornya mogok tadi.»
Teman ari –red; yang motornya mogok- itu bernama hendar. Dia akrab dengan aku dan ari karena kita teman satu kelas dulu di tempat kursus matematika. Lanjut cerita, sesampainya di tempat yang di tuju ari dan sisil –red;yang diberitahu hendar terkait tempat mogoknya motornya-, ternyata hendar dan motornya tidak ada di tempat itu. Suasana tempat itu sepi kerontang. Ari mencoba menelpon hendar, setelah diangkat, hendar pun menjawab bahwa dia sudah menelpon teman yang lain yang akhirnya mau menolongnya. Dari percakapan via telpon antara ari dan hendar, sisil tahu bahwa ari sedikit emosi. Seperti watak ari yang keras, ari merasa ia dirugikan. ‘’mengapa hendar tadi tidak menghubungi lagi kalo dia sudah ada yang menolong’’ pikir ari. Sisil pun mencoba menenangkan diantara keduanya dengan mengambil telpon ari. Percakapan diantara keduanya; sisil dan hendar pun terjadi. Betapa kaget hendar setelah mendengar suara sisil yang tidak asing baginya. Awalnya sisil memang tidak tahu siapa yang bernama hendar itu. Tetapi akhirnya sisil juga sama tidak asingnya dengan suara hendar. ‘’loh ini... enda kan??’’ tanya sisil. ‘’ini kamu... sisil kan?? Jawab hendar. Ternyata antara sisil dan hendar keduanya sudah saling kenal bahkan lebih lama dari perkenalanku dan ari kepada sisil. ari baru tahu. sontak ia kaget melihat keakraban keduanya dalam percakapan di telephon. Sampai percakapan itu berakhir. Kepada sisil, ari pun menanyakan apakah sisil juga mengenal hendar. Dengan lugu sisil menjawab bahwa hendar adalah mantan kekasihnya waktu dia SMP dulu. Ari langsung lebih kaget lagi. Ari tahu betul siapa hendar itu. Kebaikan dan kebusukan hendar semuanya ari tahu. ia pernah mendengar cerita yang pernah hendar berikan dulu kepadanya tentang mantannya yang pernah hendar setubuhi dulu.’’jangan.. jangan.. salah satunya juga termasuk sisil’’ kalut pikiran ari. Seketika ari tidak pikir panjang lagi. Ari mengajak sisil untuk segera ke rumah hendar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sesampainya di rumah hendar. Ari yang telah kalut seenaknya menerobos masuk ke kamar hendar. Sisil berusaha menenangkannya. Namun kebrutalan ari tidak terelakkan lagi. Ari langsung menjotos hendar. Darah pun bercucuran dari hidung hendar. Berusaha menghindar namun hendar tidak berkutik oleh besarnya tubuh ari. Sisil yang tahu kejadian itu menangis, ia memaksa kepada ari agar menghentikan apa yang telah dilakukannya kepada hendar. Ari pun akhirnya tenang setelah melihat sisil merintih memohon kepadanya. Mereka bertiga akhirnya duduk dengan tenang dan membicarakan apa maksud dari semua ini. Sisil yang mengawali pembicaraan itu dengan menanyakan kepada ari ada apa ia sebenarnya dengan semua ini. Ari pun menjawab permintaan sisil agar mengungkapkan yang menjadi beban pikirannya. ‘’KALIAN BERDUA JAWAB!!! APA KALIAN PERNAH BERSETUBUH!!! Tanya ari dengan nada keras. Hendar dan sisil hanya terdiam membisu. Sampai mereka berdua tidak dapat mengelak lagi sangking takutnya kepada ari. hendar akhirnya mengakui perbuatannya, namun sisil tetap menangis meratapinya. Sudah di duga oleh ari, setelah ari tahu sisil adalah mantan kekasih hendar, maka sesuai pengetahuan ari bahwa pasti siapa pun mantan kekasih hendar pernah melakukan sex dengan hendar. Ari pun akhirnya meninggalkan sisil dan hendar. Tidak menyangkal, Meski dengan berat hati menerima semua ini. Akhirnya kisah cinta ari dengan sisil berakhir cukup sampai disini.»

Tidak ada komentar:

Posting Komentar