Dalam cita rasa dunia sendiri .. .. ..
Pertempuran merebut kemerdekaan
Pertempuran merebut kemerdekaan
Persahabatan dan kebersamaan
Semua itu hanyalah mimpi !
Kutukannya .. .. .. ..
di setiap tangis selalu ada tawa
di setiap tangis selalu ada tawa
di setiap luka selalu ada cinta
Fatamorgana .. tapi itulah kenyataannya_
Fatamorgana .. tapi itulah kenyataannya_
kisah seorang tokoh, sebagai sahabat dan pahlawan. Taburan kebersamaan
ketika aku satu kost dengannya. Hari ini, akan aku mulai menuliskannya, bukan
seperti sebuah biografi, tapi sajak-sajak penuh perasaan dan terimakasihku
padanya, tan hafid setia putra.§
>>
“chayoo.. chayoo..chayoo..“ kata itu tiba-tiba terdengar ketika aku
menonton televisi. Tepat saat itu pula, sebenarnya hatiku sedang sendu, karena
begitu lama yang lalu (dua tahun) kebersamaanku dengan teman se rumah kontrakan
(aris, nidlom, habib) akan segera berakhir. Rasanya kenyataan ini belum
kupercaya, terasa sebentar. “Ahh.. tapi sudahlah” itulah kata-kata sederhana
nan apa adanya yang aku punya. Malam hari setelah peristiwa rapat di rumah
kontrakan, ini hari terakhir, aku harus keluar dari rumah itu, untuk mencari
tempat singgah yang baru. Terbesitlah, “aku akan kembali ke tempat kostku dulu”
pikirku.
Lanjutnya, otakku mungkin error, melihat seekor tikus berjalan dengan
makanan dimulutnya, itulah inspirasiku melihat handponeku. melihat sampah
berserakan di kamarku, itulah inspirasiku melihat sandal jepit terbaikku.
melihat anak kecil berjalan di depan rumah kontrakan, itulah inspirasiku
menyapanya, “hai.. adek …” sapaku pelan-pelan. Anak kecil itu mendekatiku, malu-malu
untuk tersenyum.§
Firasatku pun membludak “hei win bangkittt.... ayo cari kost…”, segera
setelah otakku menjadi normal. Titik pertemuan syaraf mengisyaratkan untuk aku ke
kost lamaku. Mendawai merdu ketukan jejak motorku menuju ke kost lama. Meski
semua tak lagi sama, namun sesampainya di kost, ternyata teman-temanku masih
ingat kepadaku, ingat juga akan canda tawaku dulu. Itu membuat aku tidak
terlalu sulit aku berbaur dengan mereka semua. Setelah cukup lama, aku mengajak
mereka untuk serius lebih dini ditengah tenangnya suasana malam itu.
“teman-teman.. aku ingin kost disini lagi?, ada kamar yang kosong tidak?”
tanyaku lirih. Seketika, mereka semua diam memikirkan apa yang bisa menjadi
jawaban buatku. “ada win.. Cuma tinggal satu kamar yang tidak penuh.. kamarnya
tan hafid..” sahut penjelasan temanku, galih. “hmm.. tan hafid..” nadaku
membalasnya. “oke gal ayo ikut aku ke kontrakan, biar tak bawa dulu ke kost ini
barang-barangku di kontrakan” lanjutku. “loh yo ayo win ..” semangat galih
membantu. Kami berdua pun akhirnya pergi ke kontrakanku. Di gelapnya malam,
jalanku seperti menemukan secercah
cahaya kembali. Wusssss…. Singkat cerita, akhirnya kami selesai membawa
barang-barangku ke kost lama itu.§
Ramah, hangat, candu, aku menjadi terbawa oleh teman-teman kostku ini.
Juga, melihat kamarku yang banyak terpasang lukisan, itulah pelengkap
pemandangan sejuk di mataku. Ups.. namun tetap ada yang kurang, dia tan hafid
yang belum datang sampai saat ini. Aku belum ijin kepadanya, kalo aku akan satu
kamar kost dengannya. Entahlah nanti boleh atau tidak, “server not found”
otakku menjadi error kembali.§
Tiba-tiba .. .. bersama dengan lambatnya waktu berputar satu arah.
Ternyata tan hafid telah datang, dan sedang memarkir motor nya di parkiran
kost. Aku sedang berhati ramai di teras kost, bersamaku juga teman-teman yang
lain. Terlihat dari situ, tan hafid berjalan menuju kami. “assalamualaikum ..”
sapa tan hafid kepada kami. “walaikumsalam ….” Seperti mengucapkan kelegaan,
kami bersama menjawabnya. “loh.. kamu to win??” Tanya tan hafid kaget
melihatku. “iya.. tan, siippp” lanjutku dengan tersenyum. tan hafid terlihat
lelah dan suntuk. Aku juga tahu bahwa sebenarnya rasa lelah itu memang sempurna
bersama aku juga yang telah lelah dari tadi menunggunya. Ingin segera aku
meminta ijin kepadanya tentang keberadaanku di kamarnya. Namun, belum saatnya
itu pikirku, lalu harus kapan?, tentu harus secepatnya, gumamku dengan kondisi
otak error nggak jelas,J.
Akhirnya, aku berkata juga kepada tan hafid, tentang itu (garis merah;
menempati kamar kostnya). Aduhhh ternyata, ini yang aku tunggu-tunggu, tanpa
pikir panjang, tan hafid tidak keberatan, alhasil “BOLEH”. Saat itu juga,
rasanya hati ini lega menemukan tempat tinggal lagi di Surabaya. Thanks tan
hafid setia putra. Thanks teman-teman kost. Inilah dunia baruku yang lama aku
tinggalkan. Kupikirkan untuk semuanya, Srrrr… dunia ini serasa kembali. Selamat
“pagi” my life, hehehe.§
The End_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar