“Episode Lumajang The Adventure Of Java”
Lahir di wilayah
kab. lumajang membuatku merasakan dua sisi, yaitu anugerah sekaligus musibah.
bagaimana tidak, setelah saya 12 tahun (SD-SMA) mengenyam ramahnya pendidikan
di kabupaten lumajang, ternyata harus berbanding terbalik untuk selanjutnya
ketika saya kuliah disalah satu kampus negeri di surabaya. alasannya, meskipun
telah saya utarakan, awalnya teman-teman baru saya banyak yang tidak tahu
dimana itu kabupaten kelahiranku, kabupaten lumajang. pengalaman pertama
merasakan berada di ibukota provinsi membuat saya tertegun, apa yang salah dari
kejadian ini?. Pertama, apakah karena teman-teman kampus saya kurang begitu
pandai mengenai letak geografis kabupaten-kabupaten di jawa timur? atau kedua, apakah
memang ada yang salah dengan kabupaten lumajangku selama ini sehingga kurang
dikenal diwilayah lain?. jika yang kedua benar, tentu ada masalah urgen yang
maha penting mengenai eksistensi kabupaten lumajang ini.
Lumajang: The
Adventure Of Java
Kebudayaan
sebagai salah satu penentu kemajuan suatu daerah, tentulah bergantung terhadap
tingkat pendidikan masyarakatnya. Meski secara teori, para filsof berbeda
pendapat tentang makna kebudayaan ini. Ada yang berpendapatan bahwa kebudayaan
itu memiliki unsur-unsur materi. Sedang sebagian yang lain mengatakan bahwa
kebudayaan itu memiliki unsur-unsur gagasan dan pengertian, dan jelas sekali
bahwa kedua-duanya berbeda dan terpisah pengaturannya dari yang lain. Namun ada
pula satu pandangan lain mengatakan bahwa kebudayaan itu adalah ungkapan
tentang sesuatu bentuk yang memiliki unsur-unsur materi dan ide/gagasan, dan
kedua-duanya saling mempengarui satu dengan lainnya. Inilah yang saya rasakan
penting dewasa ini, artinya kabupaten lumajang membutuhkan ide/gagasan
cemerlang sehingga dapat menjadi materi/produk yang nantinya dapat mencerminkan
masyarakat lumajang yang unggul dengan kebudayaan yang unggul pula.
Bersandar pada
pengalaman pribadi ketika tempo hari saya dan tim melakukan ekspedisi menuju
ranu kumbolo, dari situlah perenungan saya mendapatkan hasil yang luar biasa.
Selama 2 hari saya berkemah disana, sungguh ini merupakan pengalaman yang tidak
terlupakan. Suhu udara ketika larut malam sampai pagi yang mencapai -10 °C,
ditambah lagi air ranu (red: danau) yang jernih, track jalan setapak di hutan
tengger selama 3 jam perjalanan, panorama kedipan bintang-bintang bertaburan
menemani malam canda tawa bersama tim, serta tak lupa eksotisme alam yang tidak
akan didapatkan ditempat lain. Disini tidak hanya saya yang terkesima, tak
heran salah satu program tv pun menempatkan ranu kumbolo sebagai salah satu
danau dari tujuh danau terindah di indonesia (versi on the spot trans 7).
Melihat fakta ketika saya disana, saya berfikir akankah kabupaten lumajangku
ini akan dikenal seindah pemandangan ranu kumbolo? Jawaban saya pun: iya!.
Asalkan kabupaten lumajang mau menggunakan cinta dan mengelola akses
pariwisatanya khususnya ranu kumbolo yang jalan dari desa burno menuju desa
ranupane sebagai jalur utama menuju jalur track perjalanan kaki sekarang rusak
parah. Sehingga masyarakat akan sangat berantusias menjadikan ranu kumbolo sebagai
salah satu primadona wisata kabupaten lumajang yang nantinya masyarakat daerah
lain pun akan terheran-heran ingin berwisata menuju ranu kumbolo. Apabila ini
berhasil, tentunya ini akan menghasilkan efek domino yang nantinya diharapkan
membuat para wisatawan tergoda ke danau-danau indah lainnya di kabupaten
lumajang ini. Sebut saja ada Ranu Pane. Ranu Regulo, Ranu Pakis, Ranu Klakah,
Ranu Bedali, dan danau-danau lainnya. Inilah yang saya harapkan, sehingga
masyarakat sekitar dapat menikmati ramainya pengunjung wisata sebagai potensi
ekonomi yang dapat menjanjikan kesejahteraan keluarganya.
Salah satu lagi
yang menurut saya sebuah inspirasi mengesankan, itulah gunung tertinggi di pulau
jawa, yaitu gunung semeru. Jalur track pendakian gunung semeru yang melewati
hutan tengger hanyalah tersedia melewati desa ranupane kecamatan senduro
kabupaten lumajang. Artinya, ribuan para pendaki dari seluruh indonesia bahkan
luar negeri akan singgah di desa paling barat di kabupaten lumajang ini,
sehingga sangat efektif apabila mendirikan salah satu kantor informasi
pariwisata kabupaten lumajang. Harapannya agar para wisatawan dapat mengetahui
berbagai wisata alam lainnya di kabupaten lumajang, misalnya pendakian gunung
lemongan, dll. Oleh karenanya, apabila kita melihat solo “the spirit of java”
karena banyaknya karnaval/pesta rakyat yang memikat para wisatawan, atau Daerah
Istimewa Yogjakarta dengan “never ending asia”nya. Dengan mengesankan kabupaten
lumajang sebagai the adventure of java, rasanya sangat berdasar dan pantas
untuk diterima di daerah-daerah lain bahwa memang kabupaten lumajang lah pusat
petualangan alam di pulau jawa.
Cantik sekali..
BalasHapushttps://www.facebook.com/pages/PALM-Pendaki-Alam-Mahameru-KabLumajang/204473862961383
BalasHapus