Satu-satunya yang istimewa dariku;
Hanyalah sekantong plastik rasa benci
Aku eksis menjadi musuh manusia … …
Hembusan nafasku hanyalah api_
Dalam setting tanah neraka, kekejaman adalah hal yang lumrah. Bukan menyoalkan kebenaran dan kepantasan, tapi yang jelas semua di tempat gersang itu mutlak berupa kesalahan. Disana, saat engkau berupaya baik kepada jiwa yang lain, maka seketika malaikat akan menyalahkanmu. “BERBUAT BAIK ITU TEMPATNYA DI DUNIA !! DISINI SETIAP JAM TEMPATNYA DISIKSA !!” cetus malaikat penjaganya. Maka ada banyak keluh kesah bagi jiwa-jiwa yang baik ketika salah jalur sesampainya di neraka. Terutama bagi kyai-kyai yang santun, bagi guru-guru yang tulus, mereka tentunya belum terbiasa dengan hentakan-hentakan dari malaikat pelaknat itu. Namun itulah apa adanya neraka, seperti tempat wisata yang sangat terjal yang tidak pernah sepi pengunjungnya.O
Namun juga, meski hanya info, sebenarnya ada juga komunitas jiwa pegiat neraka di dunia ini. Mereka jiwa-jiwa yang lugu nan cupu, fans fanatik neraka. Salah satu anggotanya bernama iblis dan jin ifrit kafir. Tiada yang salah disini, karena bagiku kebenaran bersifat relative dan yang lebih salah adalah yang menyalahkan. Buihnya, siapa pun yang terilhami makna baik, maka jiwa itulah yang terbaik.O
Kisah lama dahulunya, iblis dan ifrit adalah simbol keistimewaan. itu jauh berbeda dengan sekarang. untungnya, meski sebangsanya bermukim di neraka, sekarang ini keduanya telah memiliki tempat baru yang lebih indah dan damai. Disebuah tempat yang banyak disebut “hati manusia”. Maka tak heran bila manusia terkadang menjelma menjadi bangsa sekelas iblis dan jin ifrit. Itu juga kadang-kadang.O
Lalu hingga zaman post modern ini bergulir. Wacana “semua itu corko manggilingan” juga telah tersebar diberbagai media. Akankah iblis dan jin akan berubah kembali menjadi idola di dunia ini??. Itulah pertanyaanku hari ini. Selebihnya aku belum bisa memastikan kemungkinan hal itu. Namun, sudah menjadi hal yang umum bahwa budaya satanisme/iblisnisme telah masuk ke dalam relung kalbu setiap insan di dunia ini. Mungkin saja celotehku ini berbobot, ‘’iblis pasti jaya, ifrit go internasional’’. Hanya saranku, mulailah menyadari bahwa setiap insan manusia hatinya ada iblis, maka jangan suka merendahkan antar golongan, ras, agama, etnis, dan sebagainya. Itu semua tidak perlu. Karena ketetapannya tetap ada pada tuhan kita semua, Allah SWT. Percayalah bahwa iblis itu baik, ifrit itu santun, bersahabatlah dengan mereka, asal jangan kebablasan. Ingat, setiap jiwa punya jalan masing-masing. Garis merahnya kita (manusia), setan, iblis, ifrit, diciptakan oleh tuhan dengan satu maksud, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Setuju?? Okey… thanks you. J. Yuuk damai.. semoga tulisanku ini bermanfaat bagi manusia, setan, iblis, ifrit, malaikat, dan yang lainnya.O
Tidak ada komentar:
Posting Komentar