Liku-liku saat kamu menangis
Mempersoalkan sesuatu dengan kekasihmu_
Malam yang rembulan kulihat tersenyum kepadaku. Di surabaya, tiada aktivitas yang terhenti rasanya. Setiap detiknya akan ada jiwa yang tiada lelah meramaikan jalanan, sudut kota, atau bahkan tepian lorong-lorong yang gelap sekalipun. Kebetulan hari ini aku baru saja meminjam gitar dari temanku. Sekilas baru kemarin juga aku telah tertawa bersama teman-temanku dan kamu. Namun hari ini berbeda, ketika tadi pagi aku melihatmu di depan hatinya -kekasihmu- menangis tersedu-sedu. Dengan gitar, kucoba merangkai nada-nada yang suatu saat nantinya ingin kuperdengarkan kepadamu, agar kamu terhibur, agar kamu tahu you’re really special women and bahwa kamulah inspirasiku.~
‘’saat pertama ku berjumpa denganmu... kau yang terindah yang pernah ada dihatiku... dan sebenarnya.. ada yang kucari disetiap langkahmu... yang terindah yang pernah ada dihatimu... maaf bila aku berangan tentangmu... meski asmaramu bersamaku tak pernah ada... artikan itu cinta dan aku kan menjaga... ungkapkan semua rasa dan tak kan ada tanya...’’. itulah lirik laguku yang tercipta saat cahaya cintamu menerangi jalan sistem otakku. J .~
Ada satu pesan yang kuakui dalam lirik laguku itu. Hal tentang kesadaranku bahwa saat ini aku dan kamu benar-benar bukan siapa-siapa, namun aku mengharapkan suatu saat ada perasaan yang terungkapkan diantara kita, sampai aku tidak mempertanyaan lagi untuk siapa sebenarnya kamu tercipta di dunia ini. Diluar lirik itu, kuakui juga bodohnya aku, aku tetap setia mencintaimu meski kamu saat ini telah menjadi kekasih orang lain. tapi tak apa bodohnya aku, yang penting tidak munafik,; because i always love you.hmm.. ~
Lanjut cerita, aku sebenarnya telah banyak tahu tentang masalahmu tadi pagi. Tulisanku saat ini juga akan ramai jika kuluapkan semuanya, namun apa pentingnya buatmu; itu sadarku, malah kupikir saat ini akan mengganggu hubunganmu dengannya. Kumulai lagi saja, bahwa tangisanmu sebenarnya pagi itu membuat langit menjadi gelap kelihatannya. Mataku juga ikut berbinar, samar-samar senyummu terasakannya, dengan pelan-pelan air mata hatiku juga tak terasa meneteskan peluhnya. Sekejap bahkan telah lampau dengan mudahnya awan-awan di langit membentuk wajahmu yang riang yang kurindukan. Teman, Ingatkah kamu saat kita pertama bertemu?? Kupikir jawaban itu akan sedikit menghiburmu. Saat itu kamu benar-benar mengejekku, memandang aku benar-benar orang bodoh yang berani berkenalan dengan wanita cantik sepertimu. Kamu juga satu-satunya wanita yang tak mau kubonceng dengan motor butut milikku. Yahh.. kalo kamu butuh tempat sampah untuk rasa kesalmu kepada kekasihmu, tak apa aku saja. Beneran, aku serius. Asal satu kalimat dariku, tersenyumlah setelahnya; aku ingin kamu terlihat cantik tak sedih seperti sedia kala. ~
Akhirnya kunang-kunang di malam ini telah puas mengintip aku yang sedang menulis cerita fly ini. Moga-moga kamu tidak pernah patah hati, seperti aku yang tak pernah sedih saat kamu masih dengan kekasihmu itu. Kalo kata malam sering kusebut sebenarnya itulah kamu, untuk yang lainnya kuanggap hanya kunang-kunang yang kadang bersinar kadang juga redup. I fly for you emmuach. J .~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar