Permulaan kehidupan berawal saat cinta mulai merasuki setiap insan rock n roll dunia. Aliran nadi juga tidak lepas dari arus gravitasi kehidupan yang sebenarnya. Tidak pelak, denyut nadi pun menjadi pengilham nostalgi fatamorgana kisah-kisah romantic nan dramatis. Dan selanjutnya Ketidakpastian menjadi titik keragu-raguan sebuah keyakinan manusia. Hanya satu yang alami yang tersisa; jurus tendangan kaki geledek khas empu pandoni. Sayembara tiada hentinya bergeming di seantero jagat bumi. Rasanya bukan hal baru namun masih misteri keberadaannya, dimana kitab karya empu pandoni itu bersembunyi. Jurus itu memiliki imej tersendiri di kalangan para pendekar sakti mandraguna. Yang berbeda, akademi pendekar Indonesia yang baru kemarin menelorkan tokoh-tokoh papan atas seperti empu gayus, empu permadi, empu aidit, ternyata mereka memilih untuk tidak menekuni sayembara jurus tendangan kaki geledek, pilihannya tentu jatuh untuk menekuni jurus meributkan Negara NKRI. Kemungkinan kedua, hari berikutnya, poster-poster dari kerajaan telah tertempel di sudut kota se-jagat bumi. Iringan-iringan berita dari mulut ke mulut melengkapi sisi magis dari wacana poster tersebut. “semoga kali ini ada yang dapat menemukan kitab karya empu pandoni” sahut raja baroto. Setelahnya raja pun membuka stand pendaftaran. “yang ndaftar ternyata sak umbyek” cletukan pak kare, salah satu panitia penyelenggara. info yang juga tak kalah penting; aku juga ikut dalam sayembara itu. malam semakin pekat, tiada lagi kunang-kunang melintas diperbatasan langit dan bumi. Hanya gelap, aku tidak bisa melihat lagi. Namun untungnya, aku mempunyai keris senter-an, aku pun tertolong, ekspedisiku berlanjut menuju pelabuhan yang konon disitu adanya kitab itu. Menjadi pengikut dibelakangku ada sekitar 1000 jiwa lain dan mahluk gaib sekitar 1 juta jiwa. Mereka semua bukan anak buahku, melainkan para tokoh-tokoh penting yang juga ikut di sayembara itu -hanya bedanya mereka tidak punya keris senter penerang jalanan sepertiku. kejelihan hari itu membuat semua peserta yang mengikuti sayembara melakukan semedi akbar. Secara serentak semua peserta terdiam seperti menahan segala bentuk keinginan, hawa nafsu, tabiat-tabiat buruk, sampai hanya khayalan-khayalan nyeleneh. Itu semua biasanya disebut ritual awal-awal. melaksanakannya adalah wajib bin harus bagi semua peserta, tentunya untuk menghilangkan apus-apus diri yang jelek yang bersemanyam dalam hati.∞
Sampai seabad lamanya umurku ternyata masih 21 tahun; aku masih sehat sentosa !. otakku masih encer, Alhamdulillah. Sementara yang lain, aku tak sampai hati melihatnya; ada yang sudah tewas, ada yang kurus kerompang namun sebentar lagi mati, ada yang hidup tak mau mati pun enggan. Suasana derita akibat ritual awal-awal ternyata menjadi pembeda antara tokoh satu dengan yang lainnya. Ceritaku juga meski baru di tahap ritual awal-awal aku juga tidak menduga sebelumnya bahwa aku telah menemukan kitab khas empu pandoni itu. Namun yang ANEH BUATKU ternyata isi kitab itu bukan jurus-jurus tendangan kaki geledek seperti yang aku bayangkan, begini dalil lengkapnya:
1. hemat air ngga’ usah mandi, hemat listrik pake kickstrarter aja
artinya: yang mustahil itu yang jarang dipersoalkan, padahal itu yang dapat menambah keakraban.
NB: utamakan bayar tanggungan PDAM dan PLN
2. habis manis ya tinggal pahit
artinya: semua itu ada batasnya, satu titik kamu Berjaya, ingat juga saat jatuhnya.
NB: up-date terus info harga gula di pasar
3. kepandaian manusia ditentukan oleh dua hal, satu mitos, dua keturunan
artinya: kalo manusia pengen pinter harus menguasai kepercayaan-kepercayaan gaib dan memiliki kekasih dari keturunan orang kaya (red: darah biru bukan darah kotor)
NB: ilmu sesat dilarang !
4. wanita paling suka dengan bunga, misal : bunga mawar, bunga anggrek, sampai bunga di bank.
Artinya: sebagai laki-laki kepada wanita jangan suka memberi pot, vas, dan polibag
NB: dilarang maling dan illegalloging
5. ada udang dibalik senyum manismu
artinya: manusia itu harus gosok gigi tiap pagi, siang, dan sore
NB: minimal siwak
6. penyair-penyair telah kembali dengan karyanya
artinya: apabila telah lama kamu kehilangan seseorang segeralah laporkan kepada pihak kepolisian
NB: siapkan upeti sebagai pelican
7. kebutuhan lebih penting daripada bukan kebutuhan
artinya: yang utama itu pekerjaan bukan menabungnya
NB: hati-hati penipuan
8. sedia payung, sedia sarung, sediakan semuanya
artinya: rencana selalu berpengaruh kepada hasil akhir
NB: pelajarilah segala sesuatunya dengan bijak
9. angan-angan itu kunci kesuksesan
artinya: ada hal yang tidak disangka-sangka
NB: rajinlah membaca
10. terlalu banyak garam jadi asin
artinya: sering-seringlah bergotong-royong dalam menyelesaikan masalah
NB: membeli garam sebaiknya dengan uang pas
11. tanamlah ahlak mulia dalam diri anak sejak dini
artinya: wujud dari kasih sayang itu haruslah berupa ilmu
NB: gunakan pupuk yang baik
12. seekor lalat tidak suka makan racun
artinya: manusia haruslah mengerti mana yang baik dan yang buruk
NB: biasakan minum air putih
13. melihat badut; tertawa, melihat hantu;takut
artinya: kenalilah dirimu lebih dalam lagi
NB: sudah lumrah
14. sakit hati lebih terasa menyakitkan daripada sakit panu
artinya: gatal-gatal kadang ada enaknya
NB: perbanyak shodaqoh
15. banyak barang banyak hutang
artinya: melihat orang harus dari luar dan dalam
NB: jangan bugil depan kamera
Itulah wejangan kitab itu. sampai sekarang aku masih tak berani mengungkapkan kepada raja tentang hal ini. Takutnya raja tak percaya bahwa misteri jurus tendangan kaki geledek yang selama ini dipersoalkan hanyalah sebuah pesan-pesan yang semestinya itu malah menjadi geledek tersendiri buat seorang raja. akhirnya semua kubiarkan tetap menjadi misteri dan tentunya hal itu masih terjadi sampai dewasa ini, hingga kelak nanti. ∞
Tidak ada komentar:
Posting Komentar