wanita itu diciptakan bukan dari kaki laki-laki
maka bukan untuk diinjak-injak .. ..
bukan pula diciptakan dari kepala laki-laki
maka bukan untuk ditempatkan selalu diatas .. ..
namun wanita,
diciptakan dari tulang rusuk laki-laki .. ..
maka berhentilah menyakitinya,
karena laki-laki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi .. ..
satu hati dalam ikatan cinta_
NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dibuat pusing oleh kaum laki-laki. Kejutan aksi-aksi non manusiawi nan tragedi keji, sepertinya menjadi gara-garanya. Sekitar presiden dan sekitar menteri juga sama ! semuanya “kriminalman”, karena aktor tandemnya mereka semua laki-laki. Disini lain, burung garuda tua pancasila –yang juga laki laki- sudah pensiun dan digantikan anaknya yang juga burung garuda laki-laki. Slogan Tut Wuri Handayani juga telah berganti Tut Wuri Duwet Te Endi. Semua dulu yang digagas bung karno, hari ini telah dikhianati oleh anak-anaknya, yang mayoritas kaum laki-laki. Itu karena terlalu banyak dominasi laki-laki menjadikan kebaikan kaum laki-laki terkesan sudah lumrah sudah biasa. lain halnya dengan sedikitnya peran wanita, sepertinya “something” membuat kaum wanita menjadi istimewa.◊
Bung karno memang orang pintar bernasib sial. Tepatnya, kadang-kang beruntung, tapi sering sialnya. NKRI hasil perasan keringat darahnya kini tak kenal ia lagi. Beruntungnya, disemua aspek “ke-indonesia-an”, entah presiden, menteri, pemimpin, maling, koruptor, rampok, begal, kalau berucap, pintar mengatasnamakan aksinya atas nama bung karno, bila di persidangkan perkaranya lebih ringan, dan para hakim menjadi sungkan kepada keadilan. Ahh …
Lanjut cerita, lebih dari adidaya matahari, NKRI ingin mengubah strategi; menjadikan wanita agar dapat ikut berpartisipasi dalam memajukan NKRI. Dibuatlah, Kementrian Pemberdayaan Perempuan. Eks tokoh-tokohnya tak tanggung-tanggung. Banyak tokoh-tokoh dengan pemikiran se-langit yang di putarnya menjadi orang dalam kementrian ini. alhasil muncullah kata super ampuh; “emansipasi wanita”. Tidak hanya di desa, bukan saja di kota, semua menjadi serasa wanita memiliki andil lebih besar dari sebelumnya.◊
Dan selanjutnya, wanita menjadi lambang supermasi NKRI. Lukisan-lukisan keindahan haruslah sesuai selera wanita. Harmoni kehidupan juga mengisyaratkan rentetan-rentetan kegemilangan penting dalam peradaban NKRI. Semua tenaga kerja, semua politikus, semua pendidik, semua negarawan, semuanya telah berbaur tidak lagi hanya laki-laki, tetapi juga banyak wanitanya. Tidak masalah, tentunya semoga keseimbangan alam, tidaklah terbalut dengan upaya benci dan ambisi. Butuh kesadaran akan gender ! butuh banyak lagi trobosan-trobosan ! butuh pemikiran kembali, agar tidak sebelah mata melihat wanita !. meski ini hanya cerita, salamku untuk kartini-kartini muda Indonesia.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar