Indahnya hidup ini seperti sebuah lukisan
Saat kau tahu sebuah warna akan menjadi wajahmu
Mulailah rasa ragu berseru ” .. .. .. .. .. “
Padahal,
Pikirkanlah dengan tulus
Sebenarnya semua warna itu indah !!
Aku baru menyadari, seharusnya rasa syukur itu benar-benar terlahir dalam hatiku sejak dulu. Ketika masa kecil dulu, tiada aku terlena indah duniaku yang sungguh berbeda. “ hawin kecil disuatu masa dulu… J ” satu kalimat yang mengingatkan aku kepada banyak hal. Bersama itu, ada juga masa ketika, “hawin puber di pondok pesantren sebagai anak nakal yang sering di takzir (hukum) oleh abah dan ummi… J “. Tentang yang lain, ketika masa MAN (sederajat dengan SMA), “ hawin pendiem.. gokil (longor).. autis.. misterius.. gila.. entahlah dan yang lainnya… J “. Mungkin semua itu adalah bentuk promosi diri yang jelek buatku, kurang bersyukur, namun itulah aku sebenarnya !, atas perasaan dan kepercayaan “aneh” yang membentuk diriku di suatu masa berbeda dulu hingga sekarang ini.“ I love my self, hehehe” senyumku bersama menyebutnya.§
Andainya satu halaman ini tidak pernah hilang, aku ingin memberikan sedikit sentuhan terhadap manusia-manusia yang selama ini paling berpengaruh terhadap diriku. Setidaknya, akan mudah kuingat bahwa tulisan ini adalah saksi atas perjalanan hidupku selama ini. Tiada letih, penuh sayang, cinta persahabatan, perkenalan, dan yang lainnya.
1. Ibu Dan Bapakku ( dan juga semua keluarga besarku).
Mereka adalah sosok yang selalu mengisi hatiku selama ini. Di suatu malam pernah aku mendengar do’a mereka untukku sambil menangis tersedu-sedu. Mereka selalu memaafkan semua kesalahanku meski kadang aku menyakitinya. Hati yang tulus, benar adanya hingga kadang aku dikeheningan kamarku merasakan ketika lama tidak bertemu menjadi rindu kepada mereka. Ibu, Bapak, maturnuwun atas semua yang telah diberikan buatku.
2. Mas hafis.
Dia adalah kakak kandungku. Melihatnya, dia terlalu pantas menjadi kakakku. Sifatnya yang jauh berbeda denganku, membuat ketika kami sekeluarga berkumpul, semakin indah rasanya dengan segala perbedaan yang ada.
3. Pak Rot.
Beliau adalah pamanku. Kedekatanku dengannya, telah membuat aku sangat nyaman. Sebagai paman, pak rot telah banyak berjasa buatku. Ingatanku tidak akan pernah lupa, saat pak rot mau mengantarkanku sekolah, meski harus berangkat dari rumah kakek jam 04.00 pagi.
4. Teman-Teman di Kampung halaman.
Aku lahir di desa senduro, kecamatan senduro, kabupaten lumajang. Senja, anton, fandik, novan, darmaji, yova, urip, geza, isal, firdaus, huda, irfan, cak sumal, mas dian, ruli, dan semuanya. Mengapa?? Merekalah yang mengajarkanku atas kenyataan hidup ini. Aku masih ingat ketika mereka membimbingku “mencuri tebu”, hehehe.. , mengajakku bermain di kebon sekaligus membuat tenda, bermain bola, bermain layangan, bermain jemblong singit (petak umpet), bermain montor-montoran, bermain perahu-perahuan di got (selokan air). entahlah apa lagi yang mereka ajarkan, namun sampai saat ini, kehadiran mereka selalu aku rindukan di setiap momen. J
5. Kalian semua yang merasa pernah mengenalku.
Terimakasihku buat kalian semua, sudah mau mengenaliku atau bahkan menjadi temanku. Di tengah aku bukan siapa-siapa saat ini, kalian sudah bisa menerimaku apa adanya. Aku akan mengingat itu sebagai hadiah indah yang kalian beri untukku. Semoga suatu saat aku dapat membalas dengan seindah-indahnya pula. Hmm_
THE END.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar