-More Than Good Friday Morning-

Dari relung hatiku .. ..
Tipis, perlahan daun yang jatuh itu menjadi saksi
Saat pertama aku terkagum melihatnya
Sedetik.. semenit.. sejam.. sehari.. sebulan..
dan kini ..
Perkenalan itu telah menjadi persahabatan
Belum terduga sebelumnya
Mungkin inilah sebenarnya;
Entahlah atau hanya khayalan yang nyata_

Pagi yang menggoda memaksa aku untuk bangun lebih pagi. Hari itu, jum’at 10 agustus 2012. Terdengar sedikit saru, memang jadwalku lebih padat dari biasanya. Pertama, aku akan punya moment bahagia ketika nanti pukul 12:00 siang, nenekku yang naik pesawat air asia dari malaysia akan sampai di bandara international juanda. Namun sisi lainnya, keluargaku memberikan mandat agar aku mencarikan travel perjalanan dari bandara international juanda menuju kampung halamanku, desa senduro-kabupaten lumajang. Sementara sampai pukul 09:00, aku belum menemukan biro travel yang siap menampung kami. Padahal sebelumnya, sudah seharian aku keliling Surabaya mencari biro travel. Jawabannya tetep sama “maaf mas, semua kursi udah penuh” jawaban halus tapi menggelitik, sekonyol-konyolnya membuat aku mengatakan “SIAAALLLL”. #dalam hati
Sampai pada akhirnya, meski sebenarnya aku tahu tarifnya jauh lebih mahal (satu biro travel pilihan terakhir), kuputuskan untuk memilih “memboking” dua kursi tiket (untuk aku dan nenekku) di salah satu biro travel di dekat area bandara international juanda. “hmm… harga enggak penting wes, yang penting lega, nanti ketemu nenek, dan akan pulang ke kampung halaman,hehehe”. Ups, Belum selesai di situ kebahagiaanku, untuk hari sebelum-sebelumnya yang tidak aku ceritakan, sebenarnya sekitar pukul 09:30 pagi nanti aku telah merencanakan bertemu dengan teman baruku, shary. Di area kampus unesa ketintang yang menjadi setting tempatnya.J
Inilah yang harus terjadi, yang baru saja aku akui, bahwa memang momen ini aku tunggu, tapi aku juga tidak tahu mengapa aku masih “gugup” untuk bertemu dengannya, shary. Pukul 09:20, dari bandara internasional juanda, mengendarai motor favorit kepunyaanku satu-satunya honda supra 100 cc aku beranjak menuju kampus unesa ketintang. Ternyata, cukup 20 menit aku sudah sampai di kampus unesa ketintang. Hanya di hari itu, belum biasa, seakan perasaanku diperjalanan mati menggebu, tanpa ada satu pun rasa menikmati jalanan surabaya. “jangan sampai telat…” itu yang ada dipikirku. Sejenak pelan-pelan, mulailah pikiran ini tersadar bahwa saat itu aku telah sampai di kampus ketintang unesa.>
Awalnya, aku hanya terdiam di depan pintu masuk kampus. kupikir di tempat itu aku akan mudah terlihat, meski hawa panas menghantui ubun-ubunku. Posisi seperti itu mengingatkanku akan dongeng sang pangeran dari negeri persia. Kala ketika aku kecil dulu mendapatkannya di perpustakaan sekolah. Suatu saat, ada seorang pangeran dari negeri Persia, beliau sedang merindu berat kepada seorang putri istimewa dari negeri romawi. Meski hanya bertemu dan hanya melihat putri, sekejab saja, itulah obat rindunya. Dua hati itu sebenarnya sangat jauh, karena hanya pangeranlah yang suka kepada putri itu, sedang putri sama sekali belum mengenalnya. Dalam kondisi itu, sangking lamanya perkenalan belum terjadi, akhirnya sang pangeran memutuskan untuk mengikuti akademi rekrutmen menjadi prajurit kerajaan romawi. Seketika, jabatan konyol itu sangat mudah bagi pangeran untuk mendapatkannya. Lalu, perjalanan sang pangeran tibalah dengan sentuhan harapannya akan putri ketika keduanya sering bertemu, sampai sang putri mengenalnya, hingga keakraban mulai bersemi. Pangeran yang sekarang menjadi prajurit, menulis satu surat yang mengatasnamakan dari pangeran dari Persia.“untuk putri romawi yang tercantik.. sekira ini penting untuk dibaca, ijinkanlah suatu saat hamba untuk berkunjung ke negeri romawi, hamba sudah banyak tahu tentang putri yang seringkali membuat para pangeran kerajaan lain terpesona.. ttd pangeran persia” mungkin begitulah isi suratnya seingatku. Sebagai prajurit, pangeran memberikan surat itu kepada putri dengan sangat rahasia, dan mengungkapkan bahwa surat ini sangat penting demi perdamaian kedua kerajaan itu.>
Putri kini telah membaca surat itu. Di tengah malam, ditemani kesunyian gelapnya. Putri menulis jawaban surat itu, bahwa dia mau bertemu asal di satu tempat yang penuh keramaian dan putri ingin pertemuan ini sekaligus menjadi awal yang baik antara kedua kerajaan itu. Lewat prajurit yang sebenarnya sang pangeran, putri memberikan balasan akan surat itu. Dengan senyuman seadanya setelah seharian pangeran bertugas menjaga kerajaan. esoknya kembali lewat dirinya sebagai prajurit, pangeran pun menjawab mau menuruti apa pun permintaan putri asal putri mau bertemu dengannya. Tanggal telah ditentukan, segala jamuan telah disiapkan, tibalah saatnya putri menyambut sang pangeran Persia.
100 menit kemudian ..
Ternyata pangeran belum juga muncul. Putri memerintahkan pengawal kerajaan untuk mencari prajurit yang sebenarnya pangeran itu agar dia dihukum karena membohongi putri. Suasana kerajaan menjadi saru, para undangan seketika berubah firasat menjadi negatif. Pengawal kerajaan melaporkan kepada putri bahwa, prajurit yang dimaksud tidak ditemukan. Putri hanya terdiam dan menahan malu kepada para undangan. Seolah putri telah mengada-ngada akan berita baik ini. Tapi. kemudian siapa yang menyangka di luar kerajaan terdengar iring-iringan pasukan yang sangat ramai. Ternyata itu dari kerajaan Persia. Mereka semua masih sampai di depan gerbang, putri berlari ke arah mereka dan menyuruh iring-iringan nya untuk berhenti. Pangeran yang belum muncul, melihat dari jauh bahwa putri sedang marah besar. “kamu tetap cantik.. sungguh..” batin pangeran. Akhirnya pangeran dengan perlahan menghampiri putri. Betapa kaget putri mengetahui bahwa pangeran itu ternyata prajuritnya.  Pangeran hanya terdiam, dan mengatakan. “dulu dari gerbang ini aku mengetahui dirimu putri, aku hanya bermimpi kapan bisa bersamamu, sampai aku ikut menjadi prajuritmu. Kini, kita bertemu di moment berbeda, maafkan aku yang merahasiakan diriku selama ini putri”. Putri pun terharu dengan perjuangan pangeran yang tentunya putri sudah dekat dengan dia sebagai prajuritnya. Peristiwa itu membuat putri menjadi bahagia. Rombongan kerajaan Persia akhirnya masuk ke dalam kerajaan, dengan putri pangeran yang bergandengan tangan mesra. Para undangan pun, menjadi ramai kembali dengan perasaan yang terharu melihat kemesraan sang pangeran dan putri.§
Kembali ke ceritaku bertemu temen baruku, shary. J
Waktu menunjukkan pukul 09:35 pagi. Masih belum ada tanda-tanda dia sudah datang. Kuberanikan diri untuk sms menanyakan sedang dimana dia sekarang. “shary.. aku sudah di depan gerbang depan unesa, samean ada dmana??”  kira-kira begitulah isi tulisan smsku. Kutunggu jawaban darinya. Tiba-tiba handphoneku berdering. Ternyata ada sms jawaban darinya bahwa dia sedang berada di dalam area kampus dekat perpustakaan unesa. Singkat padat jelas, aku pun menjawab bahwa aku akan menghampirinya.>
Mungkin mataku sedikit tertutup, ketika aku sampai dan melewati bidadari cantik diatas motor suzuki spin. Sedikit gelisah juga, karena sesampainya kupikir aku telah salah tempat. Ku sms lagi dia, “samean dimana?? Aku uda di depan perpustakaan unesa”. Smsku pun cepat meluncur terkirim. Lalu seketika handphone berdering, ada sms masuk darinya, “aku pake motor spin putih mas”. Wow !! ternyata dialah shary. Aku harus melewati kenyataan ini untuk menghampirinya. Sesampainya, motor kami kubuat berhadap-hadapan. Sejenak aku masih belum percaya akan keadaan ini. Kuyakinkan diriku, untuk berjabat tangan dengannya. “kenalkan.. aku hawin” tanganku pun menyentuh hangat tangan halusnya. “iya.. shary..” nada halus sahut darinya. Ingin rasanya tangan itu tidak aku lepaskan, namun siapalah aku ini yang hanya manusia baru dalam hidupnya. Kami pun berbincang bincang tentang hal yang ringan, yang menurutku sangat nyaman aku dengan menatap mata indahnya. “like this.. kamu kelihatan sangat manis” suara merdu batinku. Sampai tidak terasa waktu menunjukkan pukul 10:00 pagi. Shary punya kepentingan lain untuk meminjam buku di perpusatakaan unesa. Perpisahan di moment pertamaku itu akhirnya terjadi. Dia pamit untuk pergi. Aku pun juga sama, karena aku harus stanby di bandara international juanda menjemput nenekku pukul 12:00 siang nanti. Kami pun akhirnya berpisah dengan sejuta arti pertemuan itu yang terbawa olehku.§
12:00 siang, nenekku terlihat keluar dari dalam lobi kedatangan international bandara juanda. Aku memanggilnya, “nek… nek..”, sahutanku akhirnya terdengar oleh nenekku. Kucium nenek karena aku sudah kangen setelah 1 tahun tidak bertemu dengannya. Semu singkat cerita, Kami pun akhirnya pulang ke kampung halaman melalui biro travel yang tadi pagi aku hubungi.
Pagi di hari yang indah… ketika aku dapat bertemu dengan nenek dan shary. That’s really More Than Good Friday Morning for me.  J

Shary, ada sesuatu dalam senyummu
Menghantuiku membuatku rindu
Entahlah aku hanya berangan saja
Tentang kamu, teman baruku

Mungkin dunia akan melihat kita
Sebagai mutiara, dan cahayanya
Hati kita adalah pelangi
Bairkan “cinta” menjadi warnanya

Shary, kapan lagi kamu akan kembali
menemaniku menghapus rindu
 Entahlah aku hanya berangan saja
Tentang kamu, teman baruku

Mungkin dunia akan melihat kita
Sebagai mutiara, dan cahayanya
Hati kita adalah pelangi
Bairkan “cinta” menjadi warnanya

Embun pagi kan menemaniku
Sampai nanti kamu kembali
Shary .. ..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar