Ketika mobil-mobil mewah berjejer diatasnya
Belum ada jeritan suara bising mesinnya
Nampak lalu lalang banyak orang berjalan
begitu santai
Itulah suasana di Kejaksaan Negeri Surabaya_
Sungguh bukan tontonan eksotis, disaat tiga wanita berpakaian sexy
melintas di depanku dan tiba-tiba menyapaku “hallo mas hawin… “, sedang aku
terburu-buru dari kost ingin menuju ke daerah tandes, kejaksaan negeri
Surabaya. “Sstt.. maaf” ketuk batinku pada mereka. Hari masih pagi, namun
jalanan Surabaya sangat ramai, satu persatu bergemuruh menyambar suara kenalpot
ditelingaku. Dari itu, diperjalanan, Teringat aku kepada peristiwa sebelumnya,
sudah cukup lama, detik-detik penilangan polisi kepadaku.
<< Flash back
Pertama, Ini gara-gara SIM ku dipinjam oleh temanku bernama heru
wicaksono. Kedua, ini gara-gara aku meminjamkan SIM ku kepada temanku bernama
heru wicaksono. Ketiga, ini gara-gara motorku kukendarai dan saat itu ada
operasi dari pak polisi. Keempat, ini gara-gara pak polisi tidak lupa membawa
surat tilang. Kelima, ini gara-gara pak polisi memiliki pulpen untuk menulis
namaku di surat Tilang itu. Info tambahan, Dan ternyata, setelah aku telat
mengikuti sidang di pengadilan negeri , prosedur pengambilan STNK Motorku
adalah di Kejaksaan Negeri. (Flash
back The End) .§
Sesampainya aku di kejaksaan negeri Surabaya, motorku segera
kuparkirkan. Kini, aku hanya berjalan kaki menuju “pos” pelayanan tilang. Jarak
perjalananku sekitar 300 meter. Terlihat sudah banyak yang menunggu di bangku
yang disediakan. Aku menghampiri mereka, langkahku telah tertuju untuk segera
menyapa mereka semua. Namun, apa daya melihat orang-orang yang menunggu
semuanya kesal bermuka durja. sunyi ... diam… ada juga yang memukul-mukul
bangku.. berjalan mondar-mandir.. ada yang fokus menatap kedepan.. variasi orang
kesal ala kejaksaan yang khas banget buatku,hehehhe.
Usut-punya usut, kenapa mereka kesal?? Itu karena sudah berjam-jam
mereka menunggu petugas yang mengisi pos pelayanan tilang itu, hingga lama tapi
nihil. “biasanya dari jam 08:00 pagi sudah buka mas… ehh ini sampek jam 09:30
belum juga buka…” cetus salah satu dari mereka padaku. Mungkin memang sangat
wajar, tapi entahlah siapa yang salah, pikiranku hanya positif saja kepada
semuanya. “yah… siapa tahu petugas pelayanan tilang ini lagi ada urusan yang
maha penting buatnya diluar sana” pelan berdering di otak kananku,J.§
Tidak Lama Berselang .. .. ..
Pria paruh baya, memakai seragam warna hitam, agak gendut, botak,
berkumis, pendek, ternyata dia petugas yang kami tunggu. Gayanya kalem, santai
seperti di pantai itu kata mesra dariku, tapi dari mereka yang lama menunggu
dia, “ bukan kalem itu mas, tapi “SUPER LELET ”. pria paruh baya itu berjalan
menuju ke dalam pos pelayanan tilang. Kami bersiap untuk antri di depan lubang
kaca loket pembayaran denda. Petugas itu duduk, ketika itu juga petugas satu
lagi datang menemaninya. Dua petugas pelayanan tilang seakan duo ahli urusan
penyelesaian tilang menilang. Singkat cerita, dari kami kini dipanggil sesuai
surat tilang yang kami tumpuk di depan loket. Tiba giliranku, “Hawin Fizi
Balaghoni.. RP.71 ribu.. Cepat ya Uang Pas.. Soalnya saya mau ada rapat !”
sahut killer dari petugas gendut itu,hehehe. Akhirnya kubayar juga denda tilang
itu. Rasanya lega, urusan dengan kata TILANG telah usai. Aku pun pulang kembali
ke kost. “Happy.. Happy.. “_
THE END
gan tolong followback saya di
BalasHapusae-xp.blogspot.com
iya gan, nanti saya followback wes..
Hapusitu mudah,:)
Thanks Udah Followback
BalasHapus