Elok pancaran cahaya dimataku. Hari yang cerah menyapa, bersuara mesra angin melewati ubun-ubunku. Sszzz….. halus dan lembut, perlahan membuat tubuhku membeku. Deru awan, menyayat segumpal otak kananku, hmm…. aku diam merasa tak bermakna. Jauh di waktu itu aku tetap diam dan diam, merenung untuk sebuah masa depan.
“akankah aku jadi ultraman??”
Hmm.. tanpa ku ketahui bibirku melebar, tersenyum sendiri, hehe..
Saudaraku, kenalkan namaku adalah oni, aku adalah anak yang sering dianggap gila. Hmm.. kadang aku binggung ma sikap teman-temanku, “ kenapa aku dianggap gila?? Padahal aku Cuma bercita-cita jadi ultraman,mm”
Flashback yo??
Dulu pertama kenalan di depan kelas, semua mahasiswa di suruh dosen untuk menyebutkan nama lengkap, asal daerah, motivasi masuk jurusan n cita-cita. Saat itu yang ku ingat turn pertama bernama deno patria saputra, dia berasal dari lamongan, motivasinya aneh banget, dia terpaksa masuk jurusan karena ingin jadi pegawai negeri, cita-citanya Cuma ingin membahagiakan ayahnya, dia juga bercerita tentang kematian ibunya akibat kecelakaan motor di daerah rawan mantub lamongan, hmm.. aku sedih mendengar cerita deno, hidupnya menjadi berbeda setelah kejadian itu, ia terpaksa menjual rumahx untuk membayar biaya berobat ibunya, sekarang dia mengontrak rumah bersama ayah dan dua adik perempuannya,
“mm.. sabarlah deno, semua akan baik baik saja” suara lirih dalam batinku_
Setelah deno, tibalah giliranku, aku gugup seakan koin logam yang akan dilebur. takut dan berani beradu hasut di telingaku. Sesaat terdiam, aku berkonsentrasi dalam do’a :
” oh tuhan yang maha sakti, berikan aku keberanian layaknya ultraman,amin”
lalu aku berdiri, berjalan merunduk kepodium depan kelas dan kulihat semua temen-temanku, ku ucapkan
“assalamualiakum”
“salam olahraga”
“kenalkan aku hawin fizi balaghoni, aku dari daerah senduro,hmm.. daerah anak gunung semeru, aku masuk jurusan pendidikan luar sekolah ini karena takdir, cita citaku ingin jadi ultraman”
“hmm.. wassalamualaikum”
Aku berjalan merunduk ketempat dudukku yang semula, rasanya semua rohku sudah kembali. Ku pegang kepalaku, ku pastikan kalo semua sedang tidak terjadi apa-apa. Namun apa mau dikata, kulihat semua teman-temanku terjungkal jungkal, tertawa tak tahu aturan, ada yang berceloteh menghinaku “ultraman... hahaha wkwkwkwk”, “anak gila”.situasi semakin kacau saat dosenku pun tertawa bak raja tak beradab. penghinaan para teman2ku seakan lulus sensor, sial memang sial buatku, tak ada pahlawan yang bisa menolongku.
hmm.. aku tetap diam saja, aku anggap mereka yang gila, tak ada reaksi apa pun dari mulutku, waktu itu mataku hanya terfokus pada deno, entah mengapa aku masih kasian padanya. Awalnya mataku tak temukan deno berada di kursi mana, seingatku dia tadi berada di samping kiriku.
“kemana deno??” gumam batinku
Aku berdiri lagi, ku lihat semua teman2ku! jujur aku g bermaksud marah pada siapapun. aku hanya ingin berdiri membiarkan fokus mataku ke mode pencarian, pencarian deno!!, entah aura apa yang terpancar dalam tubuhku, teman2 menganggap aku sedang marah, mereka tiba2 diam. sunyi sekali ... di bilang kayak kuburan, pasti yang layak jadi hantunya ya dosenku,hehe (mav pak, becanda). tak lama berselang, di pojok paling kiri ku lihat seorang berambut awut awutan, kurus krempeng dan legam, terdiam meletakkan tangan dan tersenyum padaku, mm... ya saudara, dialah deno !!. expresinya terbaca dukungan buatku, fikiranku sedikit fresh, ternyata masih ada anak yang tulus menerima perbedaan, menerima berteman dengan calon ultraman sepertiku.
" thanks deno, you are really my friend "
aku kembali duduk, suasana kelas tetep saja sunyi, mungkin teman-temanku mulai sadar bahwa aku memang ultraman,hehe..
tiba pada turn perkenalan ketiga, dia seorang cewek, dia memakai kerudung bermotif rintik-rintik hujan, tubuhnya sexy gitu wes, se sexy aura kasih pulang dari pasar, gaya bahasanya lembut banget.
" teman teman, kenalkan yaaaa aku rike citra puji lestariii, asalku dari daerah gianyar-bali, cita-citaku menjadi perawat pasien di pukesmas"
"salam kenal yaa"
hmm.. aku geli mendengar cita-citanya, sungguh aneh buatku, tapi keanehan itu mungkin bak cita-citaku ditelingga teman2 yang lain. waktu itu ku tatap mata citra dengan penuh perhatian, seakan aku haus akan cinta, hmm.. citra pun tersenyum kearahku, lega rasanya melihat senyum indahnya.
"hai cit, slam kenal y?" tanyaku
"ya, sama2" santun citra kepadaku
citra pun kembali ke tempat duduknya, pelan dan pelan jalannya,hmm... aku suka gaya berjalannya,mm_
Brr... kok jauh flash back nya yow, back to the point, oke??hmm.
di pagi ini, satu lembaran kertas dalam binderku rampung oleh puisi, tepatnya puisi masa depan,mm.. yang kutulis ini bukan untukku, tapi untuk teman tercintaku, yaitu deno n citra. mereka adalah bagian dari hidupku, semasa pertama kenal sampai sekarang tak ubahnya waktu yang terlalu cepat untuk terasa. sistem syaraf otakku mengingatkan tentang expedisi legendaris di stasiun wonokromo.
pagi di hari senin
setetes senyum ingatkanku tentangmu
ramai cahaya bintang, bersinar silaukan hidupku
oh sahabat..
biarlah lembar kertas ini yang bicara
tentang sebuah kerinduan yang mendalam
tentang irama cinta yang terpendam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar