“ win, aku mau main ke Surabaya. Kmu dmana??Tanya naseh kepadaku.
“ kapan seh??, aku di Surabaya kok.” Lanjutku.” Sekarang a??”
“he’em, aku dan ari baru nyampek stasiun klakah.Nanti jemput di stasiun wonokromo yow??”
“oke seh beres… “
Naseh pun menutup teleponnya. Keperkirakan naseh dan ari akan nyampek empat jam setelah ini. Aku pun melanjutkan aktivitasku.-
4 jam setelah itu .. …
Aku bergegas menuju stasiun wonokromo yang Berlokasi di JL.Stasiun wonokromo no 1 kelurahan jagir kecamatan wonokromo, tentunya di belakang darmo trade center. Stasiun wonokromo selalu memiliki kenangan manis buatku. Pernah aku akan naik kereta api dari arah Surabaya- madiun. Lama menunggu kereta api datang, didalam stasiun wonokromo selalu ada sebuah stand panggung bebas yang diisi oleh penyanyi-penyanyi bersuara merdu. Waktu itu penyayinya; anak perempuan kecil.Umurnya kelihatan sekitar 14 tahun. Bersama satu rekannya yang memakai keybord music merek roland. Anak kecil itu berjoget gaya anak-anak, namun suaranya merdu banget. Lagu yang dibawakannya pun pas buat waktu nunggu kereta api. Sungguh gaya mereka jauh kalo dari kesan pengamen stasiun, mereka lebih trendy dan berkelas. Pernah juga waktu itu di stasiun wonokromo aku melihat dua sejoli yang terpisahkan.Suasana itu terasa mirip syahruk khan dan kajol di adegan film kuch-kuch hota hai. Si pria menunggu di luar jendela kereta api, dari dalam si wanitanya hanya diam, dan Nampak sekali mereka berdua sedang ada masalah. Memang mengharukan sich sebenernya, tapi mau gmana lagi namanya aku juga Cuma penonton, dan merekalah artisnya,J.-
Sesampai didepan pintu stasiun wonokromo.Pandanganku mataku nampaknya tak asing lagi dengan kedua anak yang ada dibawah jambatan jalan pejalan kai disebelah selatan stasiun wonokromo. “winnnn… woy….” Kedua anak itu memanggilku.
Hmm..memang benar dugaanku. Mereka itulah ari dan naseh.Aku segera menghampirinya, dan mereka pun akhirnya ku ajak untuk menuju ke kontrakanku.Ari dan naseh Nampak baru pertama kali menginjakkan kakinya dikota Surabaya.Melihat ari yang Nampak kelelahan, naseh temanku yang satu ini memang terkenal pandai memecah suasana. Biasanya sich ahli membuat suasana yang biasa nan santai menjadi lebih buruk tapi rame. Namun kali ini tidak, kebijaksanaannya keluar, naseh mencoba memberi petuah bijak dengan menyarankan ari untuk istirahat dulu.Dari dekat ari, aku hanya terdiam dan melihat bahwa petuah naseh nampaknya menjadi hipnotis yang membuat ari pun akhirnya tertidur.Kali ini tinggal aku dan naseh yang masih terjaga.Kami melanjutkan pembicaraan yang enggak jelas arahnya kemana. Naseh bercerita tentang suasana perjalanannya didalam kereta api tadi. Sementara aku menanyakan pertanyaan yang enggak nyambung dengan cerita naseh.Suasana ini memang sering kami ciptakan ketika sedang bertemu. Tentunya dengan maksud agar suasana menjadi lebih rilex dan enjoy aja,J.-
Sampai tak terasa ari terbangun.Aku menanyakan pada naseh tentang rasa laparnya. “seh, kalian tadi dah makan belum”
“hmm..” gumam naseh
“belum win, laper ne” sahut ari
“ oke… oke.. ayo wes makan dulu, menunya; lontong balap ” jawabku
“apaan tu??” mereka tampak heran dengan namanya lontong balap .
“ayo wes ikut aku, biar kalian tahu makanan khas Surabaya”.
Kami pun bergegas menuju tempat penjual lontong balap. Waktu itu mereka kuajak untuk membeli di depot samping indomaret, depan kantor indosiar di daerah manukan. Sesampainya, aku pun segera memesankan 3 porsi lontong balap. Sebagai pelengkapnya tak lupa 10 tusuk sate kerang, dan biar lebih pas minumnya 3 gelas es degan. Lontong balap memang memiliki rasa yang membuat aku ketagihan.Makanan yang terdiri dari lontong, kuah dengan bumbu rahasia, taoge/kecambah, irisan tahu goreng, sambel petis, kecap, dan irisan semacam perkedel yang diracik dari singkong dan kacang lolo yang disebut lenthu, dan taburan brambang goreng bila sudah siap disajikan. Nama lontong balap sendiri, konon menurut cerita dikarenakan dulu pas lontong balap cara penjualannya masih dipikul oleh penjualnya. Lontong balap ditempatkan pada gentong sebagai wadahnya.Lalu karena berat, para penjual lontong balap merasa harus cepat-cepat apabila memikul agar tidak terlalu sakit menahan berat pikulan gentongnya.Akibatnya mereka terlihat seperti sedang berpacu (red.Bhs jawa; balapan).Oleh karena itu makanan tersebut disebut lontong balap.Soal kasiat jangan khawatir, menurut banyak sumber memiliki banyak sekali kasiatnya, seperti meningkatkan vitalitas, mencegah oesteoporosis, membantu meremajakan kulit, melangsingkan tubuh, dan kesuburan buat wanita.-
Sampai makanan siap disajikan .naseh dan ari terlihat sudah enggak tahan ingin mencicipinya. Kupersilahkan mereka berdua menikmatinya lebih dulu.Mereka terlihat sangat menikmati, aku pun juga memang sudah tidak ada bosennya dengan makanan lontong balap ini.uenak sekali… sangking enaknya rasa lontong balap kayaknya sulit untuk aku kiaskan. Memang beda dari yang lain. Selesai makan, Tanyakan pada ari,”gmana ri, enak enggak??”.
“ uhhh… uenak winn… suippp… enggak rugi main ke Surabaya” jawab ari.
“ menurutmu piye seh??” tanyaku pada naseh
“aku jatuh cinta win pada lontong balap. Uenak pooll”
Aku pun merasakan hal yang sama. Lontong balap memang selalu menggoda lidahku.
Akhirnya selesai makan.Kami pun meminum es degan sebagai sajian akhir. Sampai semua menu habis, pembayaran pun kami tanggung bersama. Dan kami pun pulang ke kontrakan dengan perut terpuaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar